Mobile Switching Center (MSC)



Mobile Switching Center (MSC)


Mobile Switching Center (MSC) berfungsi untuk switching suatu panggilan telepon dari jaringan internal atau dari jaringan lain (eksternal), call routing untuk pelanggan yang melakukan roaming (roaming subscriber), menyimpan informasi billing serta database lain yang berisi informasi subscriber ID (IMSI), nomor ponsel pelanggan, beberapa layanan atau larangan yang berkaitan dengan pelanggan, autentifikasi serta informasi lokasi pelanggan.

MSC memberikan pelayanan kepada pelanggan meliputi : 

*Bearer Services
 
  • 3,1 KHz telephony  
  • Synchronous data 0,3 Kbit/s - 2,4 Kbit/s  
  • PAD Services  
  • Alternated speech/data 
      *Teleservices : 
      • Telephony
      • Emergency calls
      • Telefax
      • Short message services
      *Supplementary services : 
      • Call forwading
      • Charging services
      • Call bearing services
      • Closed user group
      Karena fungsinya yang sangat kompleks, maka MSC dilengkapi dengan :
      1. Home Location Register (HLR) untuk menyimpan data permanen dari semua pelanggan.
      2. Visitor Location Register (VLR) untuk menyimpan data pelanggan yang bersifat temporer disesuaikan dengan area tempat pelanggan berada. 
      3. Equipment Identity Register (EIR) untuk menyimpan nomer identitas pelanggan.  
      4. Authentication Register (AuC) untuk keperluan pemeriksaan validasi pelanggan.

      1.      Home Location Register (HLR)
      HLR berfungsi untuk penyimpan semua data dan informas mengenai pelanggan yang tersimpan secara permanen, dalam arti tidak tergantung pada posisi pelanggan. HLR bertindak sebagai pusat inforamsi pelanggan yang setiap waktu akan diperlukan oleh VLR untuk merealisasi terjadinya komunikasi pembicaraan. VLR selalu berhubungan dengan HLR dan memberikan informasi posisi pelanggan berada. 
      2.      Visitor Location Register (VLR)
      VLR berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan, dimulai pada saat pelanggan memasuki suatu area yang bernaung dalam wilayah MSC VLR tersebut (melakukan Roaming). Adanya informasi mengenai pelanggan dalam VLR memungkinkan MSC untuk melakukan hubungan baik Incoming (panggilan masu) maupun Outgoing (panggilan keluar). VLR bertindak sebagai data base pelanggan yang bersifat dinamis, karena selalu berubah setiap waktu, menyesuaikan dengan pelanggan yang memasuki atau berpindah naungan MSC. Data yang tersimpan dalam VLR secara otomatis akan selalu berubah mengikuti pergerakan pelanggan. Dengan demikian akan dapat dimonitor secara terus menerus posisi dari pelanggan, dan hal ini akan memungkinkan MSC untuk melakukan interkoneksi pembicaraan dengan pelanggan lain. VLR selalu berhubungan secara intensif dengan HLR yang berfungsi sebagai sumber data pelanggan.
      3.      Authentication Center (AuC)
      AuC menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa keabsahan pelanggan, sehingga usaha untuk mencoba mengadakan hubungan pembicaraan bagi pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan. Disamping itu AuC berfungsi untuk menghindarkan adanya pihak ke tiga yang secara tidak sah mencoba untuk menyadap pembicaraan. Dengan fasilitas ini,maka kerugian yang dialami pelanggan sistem selular analog saat ini akibat banyaknya usaha memparalel, tidak mungkin terjadi lagi pada GSM. Sebelum proses penyambunganswitching dilaksanakan sistem akan memeriksa terlebih dahulu, apakah pelanggan yang akan mengadakan pembicaraan adalah pelanggan yang sah.
      AuC menyimpan informasi mengenai authentication dan chipering key.Karenae fungsinya yang mengharuskan sangat khusus, authentication mempunyai algoritma yang spesifik, disertai prosedurchipering yang berbeda untuk masing-masing pelanggan. Kondisi ini menyebabkan AuC memerlukan kapasitas memory yang sangat besar. Wajar apabila GSM memerlukan kapasitas memory sangat besar pula.
      Karena fungsinya yang sangat penting, maka operator selular harus dapat menjaga keamanannya agar tidak dapat diakses oleh personil yang tidak berkepentingan. Personil yang mengoperasikan dilengkapi dengan chipcard dan juga password identitas dirinya.

      4.      Equipment Identity Register (EIR)
      EIR memuat data-data peralatan pelanggan yang dibagi atas 3 (tiga) kategori, yakni : 
      • Peralatan yang diijinkan untuk mengadakan hubungan pembicaraan kemanapun.
      • Peralatan yang dibatasi dan hanya diijinkan mengadakan hubungan pembicaraan ketujuan yang terbatas.
      • Peralatan yang sama sekali tidak diijinkan untuk berkomunikasi.
      Kebaradaan EIR belum distandardisasi secara penuh, oleh karena itu belum dioperasikan di semua operator Eropa. Masih diperlukan klasifikasi di Eropa dan penyempurnaan yang berkaitan dengan aspek hukum. 


      BASE STATION CONTROLLER ( BSC )

      BASE STATION CONTROLLER ( BSC )


      BSC mengatur semua fungsi hubungan radio dari jaringan GSM. BSC adalah switch
      berkapasitas besar yang menyediakan fungsi seperti handover HP, penyediaan chanel
      radio, dan kumpulan dari konfigurasi data beberapa cell. Beberapa BSC dapat dikontrol
      oleh setiap MSC.


      FUNGSI BSC

       
      BSC mengontrol bagian terpenting dari jaringan radio. Tugas terpentingnya adalahmemastikan fungsi terbaik dari sumber daya radio. Fungsi utama dari BSC adalah :
      1) Radio Network Management
      2) RBS Management
      3) TRC Handling
      4) Transmission Network Management
      5) Internal BSC Operation and Maintenance
      6) Handling of MS Connections
      1.    RADIO NETWORK MANAGEMENT
      Radio Network Management termasuk tugas-tugas di bawah ini :
      • Administrasi dari Data Jaringan Radio termasuk :
      −     Deskripsi data cell ( contoh: identitas cell, nomor channel BCCH, kekuatankeluaran minimum dan maksimum pada cell, tipe RBS, dll )
      −     Sistem informasi data ( contoh: informasi apakah suatu cell tidak dapatmengakses, power output maksimum dan minimum yang diijinkan dalam suatucell, identitas channel BCCH dalam lingkungan cell )
      −     Data lokasi ( contoh: tingkatan cell yang digunakan dalam HCS dan situasidimana traffik sedang tinggi )
      −     Data yang memuat pembagian cell, termasuk parameter untuk melakukanhandover secara cepat dari cell yang padat.
      • Traffik dan pengukuran :
      ( contoh: jumlah panggilan, kepadatan, level traffik untuk sebuah HP, jumlah handover, jumlah hubungan yang gagal, dll )
      • Pengukuran channel yang bebas :
      RBS mengumpulkan statistik dari HP tentangkekuatan dan kualitas sinyal. Statistik ini digunakan selama proses alokasi channel,oleh karena itu channel yang interferensinya lemah di-alokasikan untuk hubungan.


      2.    RBS MANAGEMENT
      Implementasi RBS Ericsson adalah orientasi penerima, jaminan tambahan fitur yangbagus. Ini berarti kecil kemungkinan perangkat menggunakan beberapa transceiver secarabersama.Filosofi ini memungkinkan adanya hubungan utama antara BSC dan transceiver dalamRBS. Model logic dari RBS dapat dibangun dalam BSC dan perangkat RBS dapatdibatasi, disambung, dan tidak disambung.

      Tugas utama RBS managemen adalah:
      • RBS configurasi:
      termasuk alokasi frekuensi untuk kombinasi channel dan levelpower untuk setiap cell menurut persediaan perangkat. Jika terdapat kerusakan padaperangkat karena kehilangan channel penting, perangkat akan rekonfigurasi, danmengorbankan channel-channel yang kurang penting.
      • Penanganan software RBS:
      menyediakan control dari load program.
      • Pemeliharaan perangkat RBS:
      RBS yang rusak dan terganggu akan terkunci secaraotomatis.


      3.       TRC Handling
      Walau TRAU dilokasikan dalam TRC, BSC, sebagai pengontrol persediaan sumber dayaradio pada jaringan GSM, secara rutin mengkoordinasi keadaan TRAU untuk call.Selama call set-up, BSC menginstruksikan TRC untuk mengalokasikan peralatan TRAuntuk call. Jika satu memungkinkan TRC mengkonfirmasikan alokasi dari perangkatTRA. Dan BSC akan mengontrol perangkat TRA tersebut selama call berlangsung.

      4.       Transmission Network Management
      Transmission Network untuk BSC termasuk link-link untuk dan dari MSC/VLR danRBS, termasuk :
      •Transmission Interface Handling :
      menyediakan fungsi-fungsi administrasi,supervisi, test dan lokalisasi kerusakan dari link RBS. Konfigurasi BSC, alokasi dansupervisi sirkit 64 Kbps dari link PCM ke RBS. Ini juga secara langsung mengontrolremote switch dalam RBS yang memungkinkan penggunaan sirkit 64 Kbps secaraefisien.


      5.       Internal BSC Operation and Maintenance
      Tugas operasi dan pemeliharaan dapat dikerjakan di dalam BSC sendiri atau diremotedari OSS. Operasi dan pemeliharaan internal BSC adalah sebagai berikut:
      • Pemeliharaan TRH:
      Administrasi, supervisi dan pengetesan dari TRH(TrasceiverHandler) dilaksanakan di BSC. TRH terdiri atas hardware dan software. Sebuah TRHterletak dalam Regional Processor for Group switch(RPG). Satu RPG bisa melayanibeberapa transciever. Dalam satu BSC bisa terdapat beberapa RPG.
      • Processor Load Control di BSC:
      Fungsi ini memastikan selama processormengalami overload, beberapa panggilan masih bisa ditangani oleh BSC. Jika terlalubanyak panggilan yang diterima, keperluan real time seperti waktu set-up tidak dapatdipenuhi. Untuk mencegahnya, beberapa panggilan perlu ditolak dalam kondisi
      Highload. Panggilan yang baru saja diterima oleh system diberikan pelayanan penuh dantidak dipengaruhi oleh kondisi overload.


      6.    Handling of MS Connections
      Yang termasuk dalam call set-up adalah proses sebagai berikut:
      • Paging:
      BSC mengirimkan pesan paging ke RBS-RBS yang dibatasi dalamcakupan LA. Kondisi load di BSC diperiksa sebelum perintah paging dikirimkanke RBS.
      • Signalling Set-Up:
      Selama call set up, hubungan MS ditransfer ke sebuahSDCCH yang dialokasi oleh sebuah BSC. Jika MS memulai pembangunanhubungan, BSC memeriksa processor yang load sebelum hubungan diproses lebihlanjut.



      • Assigment of Traffic Channel:
      Setelah SDCCH membagi tugas, prosedur callset-up dilanjutkan dengan pembagian tugas TCH dan BSC. Selama prosesberlangsung, fungsi pengawasan channel radio di BSC diinformasikan bahwa MStelah dipesan untuk mengganti channel. Jika semua TCH dalam cell didudukisebuah usaha bisa dibuat menggunakan TCH pada cell terdekat.



      Selama hubungan
      Fungsi utama BSC selama panggilan adalah:
      • Dynamic Power Control di MS dan RBS:
      BSC memperhitungkan kebutuhanoutput power MS dan BTS didasarkan pada pengukuran yangditerima dari uplink dan downlink. Ini dikirim ke BTS dan MS setiap 480 ms untuk mempertahankankualitas hubungan yang bagus.
      • Locating:
      Fungsi locating secara terus menerus mengevaluasi hubungan radio keMS dan jika diperlukan, menyarankan handover ke cell yang lain. Saran inimencakup daftar dari cell-cell handover. Keputusan didasarkan pada hasilpengukuran dari MS dan BTS.
      • Handover:
      Jika fungsi locating mengajukan bahwa handover mengambil alih,BSC kemudian memutuskan cell mana yang akan dihandover dan memulai proseshandover. Jika cell dimiliki oleh BSC yang lain, MSC/VLR harus dilibatkandalam handover. Bagaimanapun, dalam sebuah handover, MSC/VLR dicontrololeh BSC. Tidak ada pembuatan keputusan yang dibuat MSC karena tidak adainformasi real-time dari MS dan BTS.
      • Frequency Hopping:
      2 type hopping didukung oleh BSC, yaitu:
      −     Baseband Hopping: melibatkan hopping di antara frekuensi pada transcieveryang berbeda dalam sebuah cell.
      −     Synthesizer Hopping: Melibatkan hopping dari frekuensi ke frekuensi padatransciever yang sama dalam sebuah cell.

      Antenna Directional & Omnidirectional

      1. Antenna Directional
      Antena jenis ini merupakan jenis antena dengan narrow beamwidth, yaitu punya sudut pemancaran yang kecil dengan daya lebih terarah, jaraknya jauh dan tidak bisa menjangkau area yang luas, antena directional mengirim dan menerima sinyal radio hanya pada satu arah, umumnya pada fokus yang sangat sempit, dan biasanya digunakan untuk koneksi point to point, atau multiple point, macam antena direktional seperti antena grid, dish “parabolic”, yagi, dan antena sectoral.

       Pola radiasi antena Directional :



       2. Antenna Omnidirectional


      Antena omnidirectional,yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal ke segala arah dengan daya sama.Untuk menghasilkan cakupan area yang luas,gain dari antena omnidirectional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar,dengan mengabaikan pola pemancaran ke atas dan ke bawah,sehingga antean dapat di letakan di tengah-tengah base station.Dengan demikian,keuntungan dari antena jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak.Namun,kesulitannya adalah pada pengalokasian frequensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi.Antena jenis ini biasanya di gunakan pada lingkup yang mempunyai base station terbatas dan cenderung untuk posisi pelanggan yang melebar.

      Antena omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360-derajat yang tegak lurus ke atas. Omnidirectional antena secara normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi. Yang digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point ( P2Mp) atau stu titik ke banyak titik di sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client atau penerima menggunalan directional antenna atau antenna yang ter arah.Yang ditunjukkan di bawah adalah pola pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena. Radiasi yang horisontal dengan pancaran 360-derjat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field.yang berbeda dengan, polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang di pancarkan. Antena ini akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360 derjat, sedamgkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.



      Pola radiasi dari antenna Omni :


      Membuat Antenna Omni sederhana
      Antena Omni memiliki pola radiasi yang menyebar sama rata ke segala arah, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai antena access point.
      Jarak bagian bawah dekat connector coax adalah ½ panjang gelombang, jarak bagian tengah adalah ¾ panjang gelombang, dan panjang bagian ujung (whip) sedikit lebih pendek dari ¾ panjang gelombang, untuk mengurangi efek capacitance.
      Pada WiFi, digunakan frekuensi 2,412 MHz sampai dengan 2,484 MHz, oleh karena itu, ½ panjang adalah 61 mm dan ¾ panjang gelombang adalah 91,5 mm. Jika ingin memasukkan antena ini kedalam paralon berdiameter 20 mm, maka pastikan diameter coil yang digunakan berdiameter sekitar 15 cm.


      Bahan-bahan Pembutan

      1. Pipa PVC 1  inch panjangnya disesuaikan dengan elmen antena.
      2. T utup pipa 1  inch (2 Buah).
      3. Kawat email berdiameter +/- 1mm.
      4. N-type felame connector.
      5. Klem pipa (2 Buah).
      6. Baut secukupnya.
      7. Busa plastik secukupnya.

      Langkah-langkah Pembuatan

      1. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan.
      2. Pasangkan N-Connector ke tutup pipa 1 inch yang akan dipasang di bagian bawah.
      3. Pasang bursa  plastik yang di bentuk lingkaran sebagai peyangga kawat email agar center didalam pipa dan tidak bengkok.
      4. Masukkan kawat email yang telah dipasang busa plastik ke dalam pipa.
      5. Solder kawat ujung bawah email ke inner n-Connector.
      6. Pasang kedua tutup pipa.
      7. Siapkan klem seperti gambar dibawah. Menggunakan bahan isolator yang cukup kuat dan tahan lama juga dipasangkan di outdoor. Plat putih pada gambar dibawah terbuat dari pipa PVC ½ inch yang dipanaskan kemudian di press. Lengkungan yang berbentuk huruf ³C´ terbuat dari pipa PVC 1 inch yang dibelah kira-kira ¼ lingkaran.

      Antena sederhana buatan kamu sudah jadi, tinggal kasih conector cable dan dah bisa kamu pake deh tuh antena.









      Lencana Facebook

      About Me

      Foto Saya
      Muchammad LaiQ
      Hari ini harus lebih maju dari hari kemarin.
      Lihat profil lengkapku

      My Office

      PT Graha Usaha Teknik Bukit Emerald Jaya Blok F Nomor 1 Meteseh, Tembalang, Semarang.
      Lihat Peta Lebih Besar

      ShoutMix chat widget